Kabupaten Halmahera Selatan pada awalnya adalah bagian dari Kabupaten Maluku Utara.Terhitung sejak 25 Februari 2003, wilayah di selatan Pulau Halmahera ini otonom esbagai kabupaten. Bersama dengan dua saudaranya yaitu Kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Kepulauan Sula. Kabupaten ini memiliki luas 8.892,4 km2 yang terbagi menjadi 9 kecamatan dengan Labuha sebagai ibukota kabupaten. Wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Halmahera Tengah di sebelah utara, Laut Seram di sebelah selatan, Laut Halmahera di sebelah timur dan Laut Maluku di sebelah barat.Dengan luas perairan yang mencapai 31.484 kilometer persegi dan merupakan empat kali luas daratan menjadikan kabupaten ini memiliki aset yang tidak sedikit. Bagi Halmahera Selatan sendiri, laut beserta isinya merupakan harta karun yang belum tergarap dengan maksimal. Aneka ikan pelagis atau ikan permukaan berbagai ukuran seperti tuna, cakalang, tongkol dan lain-lain berdiam didalamnya. Belum lagi ikan demersial seperti ka...
SIBUK berbenah membangun pemerintahan yang baru, setidaknya dapat terlihat dari kegiatan pembangunan gedung perkantoran di sentra pemerintahan yang baru. Saat ini yang secara fisik sudah terlihat berdiri dan siap dipakai adalah gedung kantor bupati. Sebelumnya Sula adalah bagian dari Kabupaten Maluku Utara, terpecah menjadi Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Selatan. Sementara kabupaten induk berubah nama menjadi Kabupaten Halmahera Barat. Setelah setahun berdiri, wilayah yang terdiri atas enam kecamatan ini masih pada tahap pembenahan infrastruktur, khususnya di pemerintahan. Keterbatasan yang dimiliki kabupaten yang wilayahnya terdiri atas tiga pulau besar ditambah pulau-pulau kecil di sekelilingnya ini tak hanya seputar gedung pemerintahan atau telekomunikasi. Untuk masalah transportasi misalnya, meski tersedia pesawat jenis Cassa milik maskapai penerbangan Merpati yang lepas landas dari Ternate ke Bacan sebelum sampai di Bandara Sanana, jadwalnya dua - tig...
SEJARAH Tidore yang dahulu berbentuk kesultanan memang tak lepas dari letaknya di pesisir Laut Maluku dan kekayaan hasil bumi rempah-rempah. Posisi itu pernah menjadikannya salah satu sentra perdagangan di Indonesia Timur. Status sebagai kota bandar rempah-rempah dimiliki Tidore bersama dengan tiga kerajaan lain, yakni Ternate, Bacan, dan Jailolo. Keempat kerajaan yang dipimpin seorang sultan itu adalah daya tarik bagi datangnya pedagang rempah-rempah dunia dari Eropa, seperti Portugis, Spanyol, dan Inggris, maupun Arab serta wilayah Asia lainnya. Kejayaan keempat kesultanan itu sebagai kota bandar, sekaligus "negeri" bumbu masak, masih tetap dikenang sampai sekarang. Kota Tidore Kepulauan adalah wilayah hasil pemekaran dari Kabupaten Halmahera Tengah sebagai kabupaten induk. Pesona Tidore sebagai produsen cengkeh dan pala masih menancap hingga kini meski tidak sekuat dahulu. Terutama cengkeh yang harganya di pasaran sangat fluktuatif. Walau tidak mengandalka...
Komentar
Posting Komentar